Duka yang dialami Paserbumi tampaknya belum juga berakhir. Pasca kegagalan di Babak 8 besar, tak disangka-sangka, orang nomer satu di jajaran tim Persiba Bantul, H Idham Samawi, menyatakan mundur dari kepengurusan tim. Statmen beliau disampaikan rabu (26/5) siang di kantor Bupati Bantul. “Ini sebagai bentuk tanggung jawab saya selaku manajer, atas kegagalan Persiba lolos promosi ke Liga Super. Meski yang berjalan di tim bukan hanya saya sendiri, tapi saya legowo mundur,” tambahnya. “Saya merasa malu kepada masyarakat Bantul, karena janji saya musim ini harus lolos Liga Super. Kalau tahun memang belum menargetkan, jadi masih ditolerir,” imbuh Idham.
Namun demikian, dirinya tetap akan bertanggung jawab atas kebutuhan operasional tim, berupa gaji pemain maupun pelatih serta akomodasi sebesar 1.3 Milyar hingga musim ini berakhir. Kontrak punggawa Laskar Sultan Agung seluruhnya berakhir Agustus 2010 nanti. “Saya pastikan hak-hak dari pelatih dan seluruh pemain akan terpenuhi sesuai kontrak,” janjinya saat ditanya wartawan. Sebelum secara resmi melakukan pembubaran tim, Idham Samawi tetap akan meminta laporan kepada seluruh perangkat manajemen Persiba. Laporan ini bukan untuk mempersalahkan mereka, tetapi sebagai bahan evaluasi tim.
Ketika ditanyakan mengenai kemungkinan penolakan mundur dari masyarakat, khususnya Paserbumi, agar tetap menjabat sebagai manajer, Pria yang juga Bupati Bantul itu belum bisa memastikan jawabannya. “Mau jawab apa, lha saya belum mendapat masukan dari pecinta bola Bantul, ” jawabnya setengah bergurau. Terkait figur yang cocok untuk menggantikan dirinya, beliau mengaku belum memiliki gambaran, namun mengaku ada beberapa orang dipandang capable memegang jabatan manajer, seraya berharap dana dari APBD untuk Persiba musim depan tetap mengalir.
Mundurnya Idham Samawi dari manajemen, secara eksplisit tidak dihendaki wakil manajer bidang teknis, Briyanto AS. “Saya sudah 30 tahun akrab dengan Pak Idham, tahu kompentensi maupun kapabilitas beliau,terutama hal Gila Bolanya, hingga saat ini,” tegasnya. ” Belum saatnya beliau mundur, kecuali Paserbumi rela pak Idham menangani klub lain di Jogja, ” tukas pria yang rambutnya mulai memutih ini. Carik Paserbumi, Paryanto, senada dengan penolakan mundurnya Idham Samawi. “Baik secara individu maupun dari beberapa Korwil, intinya meminta Pak Idham tetap menangani tim Persiba,” saat dikonfirmasi.
Semua kembali ke Paserbumi sendiri, relakah beliau pergi ?
Semua kembali ke Paserbumi sendiri, relakah beliau pergi ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar