Tampilkan postingan dengan label Persiba Bantul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persiba Bantul. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

Persiba Tidak Jual Diri Tetapi Tahu Diri

oleh: Briyanto AS
Manajer Persiba Bantul
Tidak boleh dipakainya dana APBD untuk sepakbola merupakan ‘bom’ buat Persiba! Pilihan tinggal pada tetap ikut kompetisi atau tidak. Sementara melalui keikhlasan rakyat Bantul ketika memberikan dana APBDnya sudah mengantarkan The Reds ke jenjang tertinggi kompetisi nasional, bahkan tak tanggung-tanggung Persiba adalah Juara Divisi Utama PSSI 2010/2011. Yang terjadi? PSSI bicara tentang klub professional, yang harus mampu membiayai diri sendiri. AFC Federasi Sepakbopla Asia sudah tiga tahun mentoleransi klub-klub Pro di Indonesia untuk melonggarkan aspek professional ini. AFC sudah tidak ingin PSSI menunda lagi. Disini Persiba di simpang jalan, eksis atau kembali ke amatir. Lha Bantul punya apa? Adakah pabrik multinasional di sini, adakah kandungan alam yang bisa dikeduk oleh korporasi yang bisa diminta CSR (Corporate Social Responsibility)nya.
Walhasil amatir lagi atau tetap Pro 1? Ini pilihan yang tidak sulit jika seperti Persib yang merupakan ibu kota provinsi dan pusat sepak bola Jabar, atau Persisam, Persiba Balikpapan atau Persipura yang pasti tetap akan dengan segala macam dukungan dana dari pengusaha kakap di daerah itu. Persiba? Kita menemukan kenyataan hidup adalah pilihan, dan pilihan buat Persiba adalah eksis di kasta tertinggi sepak bola nasional, sebuah hak dari substansi kompetisi yaitu promosi atau degradasi, hak Persiba adalah promosi. Tetapi bagaimana soal pendanaan yang tanpa APBD itu? Jumlahnya tidak tanggung-tanggung diantara angka 16 sampai 18 milyar rupiah.
Manajemen mencoba secara cerdas mengkaji apa yang bisa dilakukan untuk pendanaan. Pada saat itu klub tetangga mulai upaya merger dengan klub yang dulu ikut kompetisi tandingan PSSI. Dan agaknya dimasa transisi ini PSSI melakukan blunder keputusan, sempat 32 klub akan dikastakan di level tertinggi, keputusan dianulir menjadi 18, eh tiba-tiba menjadi 24. Manajemen tetap wait and see, tunggu dengan mencermati keadaan. Persiba tidak pernah berhubungan langsung dengan klub mantan LPI manapun.
Pernah ditawari LPI
Kita tarik kisah beberapa waktu sebelumnya ketika LPI mau bergulir dulu. Persiba seperti Persibo Bojonegoro, Persema Malang , Persebaya Surabaya maupun PSM Makasar memperoleh tawaran untuk ikut LPI. Uang segunung diiming-imingkan, Persiba tak perlu pusing memikirkan dana APBD. Jawaban Persiba saat itu MENOLAK TEGAS Liga yang tidak memperoleh restu PSSI. Persiba dengan segala kekurangannya dan kelebihannya ikut kompetisi Divisi Utama yang legal, direstui PSSI dengan kepemimpinan Nurdin Halid, kita akhirnya kampiun di liga yang bernama liga Tiphone tersebut. Persiba kemudian menjadi tim yang tidak memperoleh jeratan hukuman apa pun dari PSSI yang legal. Reformasi PSSI tetap berjalan, Persiba berada di K78, kelompok klub yang menginginkan perubahan. Lewat Kongres Solo dengan penyelenggara komite normalisasi, kepengurusan PSSI terbentuk.

Ini situasinya yang dihadapi Persiba, yang selalu mengkedepankan aspek legal, kompetisi harus dijalankan PSSI. Aturan baru AFC yang rumit itu coba kita telaah, hasilnya berat buat Persiba mengikuti kompetisi kasta tertinggi, sekali lagi di segi pendanaan. Lewat lobi-lobi yang dilakukan manajemen, Persiba mencoba mendekati konsorsium yang punya dana. Manajemen tidak jual diri , tetapi mencitrakan diri berdasarkan fakta sbb:
  1. Sebuah klub yang tanpa gejolak berarti didanai oleh APBD menjadi juara Divisi Utama, dan berhak promosi ke ISL( waktu itu).
  2. Memiliki supporter hebat yang tidak pernah membuat cela, tidak pernah ada hukuman dari PSSI karena ulah supporter sejatinya Paserbumi. Persiba dalam sejarahnya tak pernah dihukum main di luar kandang.
  3. Berproses perlahan namun pasti memiliki infra struktur yang memadai untuk tampil di level tertinggi.
Kita tawarkan hal tersebut pada konsorsium, lewat satu perdebatan panjang yang kalau saya ceriterakan akan membuat merinding. Delegasi Persiba pada saat itu dipimpin langsung manajer tim HM Idham Samawi anggotanya saya sendiri, Bagus Nur Edi Wijaya dan Wikan Wedo Kisworo hanya ditawari kepemilikan saham 5 persen, 95 persen milik konsorsium. Namun Pak Idham lewat negosiasi handalnya berhasil membalik angka menjadi 60 untuk Persiba dan 40 persen untuk konsorsium. Konsorsiumlah yang menjodohkan kita dengan Bandung FC untuk merger. Jadi Persiba berhak menentukan nasibnya sendiri, tak akan tergoyahkan untuk tetap berhomebase di Bantul, bahkan manajemenpun orang-orang Persiba. Rumor jahat dihembuskan konon katanya Bandung FC punya hutang milyaran rupiah dan itu menjadi tanggungan Persiba? Hopo tumon, tidak ada itu dalam perjanjian merger kami.
Kini masalah yang muncul adalah terbelahnya klub-klub untuk ikut kompetisi IPL atau LI. Sikap Persiba tetap seperti dulu ketika ditawari LPI, bahwa kami hanya tunduk pada otoritas tertinggi federasi sepak bola Indonesia yaitu PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA alias PSSI yang dipilih sah melalui Kongres, dan dulu kami menolak LPI karena hal tersebut, sekarang pun kami dalam posisi yang sama bahwa partisipasi Persiba dalam ikut membangun prestasi sepakbola tanah air melalui PSSI. Andaikata… ini jika boleh berandai-andai LI direstui dan dilegalkan oleh PSSI, Persiba akan ikut LI. Berdasarkan pengalaman klub yang ‘membelot’ di masa lalu kena hukuman yang terus menerus dikontroversialkan, Persiba tidak ingin mengalami hal yang sama!
Soal statuta yang diperbincangkan, hasil kongres Bali yang memang juga penuh kontroversi bukannya tidak menjadi pertimbangan, tetapi kami sekali lagi tetap di jalur federasi. Ini sebuah pilihan. Tanpa memilih dan berupaya cerdas menyikapi situasi Persiba akan kembali ke amatir. Kalau keputusan merger lewat konsorsium ini memang menjadi sesuatu yang disesali beberapa kelompok di Paserbumi, artinya menjadi amatir lagi, apa kita siap lahir batin menerima hal tersebut? Apa kita siap mempertanggungjawabkan uangnya rakyat Bantul via APBD yang membuat kita berhak di kasta tertinggi kemudian kembali ke amatir?

Kamis, 02 September 2010

Ujicoba di MIS, PSS dikalahkan Persiba 0-1

Banyak hal yang masih harus diperbaiki dalam skuad Persiba Bantul, ujicoba sore tadi di stadion Maguwoharjo PSS Sleman harus mengakui keunggulan Persiba Bantul dengan skor tipis 0-1.  Kemenangan Persiba Bantul ditentukan oleh tandukan kepala Ezequiel Gonzales pada menit ke-58 memanfaatkan bola crossing Ardi Suyanto dari sebelah kanan pertahanan PSS Sleman.  Pada babak pertama Eduard Tjong menggunakan pola 3-4-3, kiper Wahyu Tri Nugroho dengan pemain belakang Wahyu Wijiastanto, Slamet Widodo dan Michael Dhubuisi. Tengah diturunkan Nopendi, Erwin, Anwarudin dan Johan Manaji, dan pemain depan Ugik Sugiyanto, Busari dan Ezequiel Gonzales.
Jalan pertandingan babak pertama, Persiba langsung menggebrak pertahanan PSS Sleman, terlihat banyak menguasai bola namun peluang-peluang tidak membuahkan gol. PSS Sleman bangkit mulai menit 25 sampai bubaran babak pertama bisa mengimbangi permainan anak-anak Persiba, dan cukup taktis umpan antar lini sehingga tercipta bererapa peluang dari striker PSS Sleman Muh Ikhsan yang dijaga ketat oleh Dhubuisi dan Wahyu Tanto. Sehingga sampai wasit meniup peluit berakhirnya babak pertama kedududkan tidak berubah 0-0. Pada babak pertama ini Eduard Tjong  belum melakukan pergantian pemain.
Sedangkan pada babak kedua Eduard Tjong merubah permainan dengan pola 4-4-2 menarik Johan Manaji dan memasukkan Andro Levandy serta menarik keluar Anwarudin dengan memasukkan Ardi Suyanto. Dan selang sekitar 4 menit  memasukkan Rafelino yang menggantikan Slamet Widodo .  Perubahan ini cukup efekti dan bisa kembali mendobrak pertahanan PSS Sleman, sehingga Eze bisa merubah kedudukan dengan gol tunggalnya. Pada menit 70 Eduard Tjong memasukkan M. Ansori Bagong menggantikan Nopendi, dan Ugik Sugiyanto digantikan oleh Sigit Pane.
Sementara kabar dari manajemen Tarikh El Janaby yang sudah merapat ke Bantul ternyata semalam meninggalkan mess Persiba, sehingga dia batal diturunkan pada ujicoba sore tadi.  Mengenai kelanjutan untuk perekrutan pemain masih menunggu pertemuan manajemen untuk segera menentukan sikap untuk melengkapi skuad Persiba Bantul. Gagalnya Tarikh apa masih akan menghubunginya lagi atau akan mendatang Fortune Uto atau akan mencari pemain lagi, kita tunggu hasil pertemuan manajemen.

Rabu, 01 September 2010

Ravelino dan Ardi Suyanto deal dengan Manajemen Persiba Bantul

Ravelino dan Ardi Suyanto yang sudah bergabung latihan dengan pemain lain, akhirnya deal dengan manjemen Persiba Bantul. Menurut informasi dari Wikan WK sekretaris Persiba Bantul, Ravelino sudah deal dengan manajemen sejak kemarin, sedangkan Ardi Suyanto baru deal sore tadi setelah selesai latihan.
Dengan bergabungnya kedua pemain ini, squad tim Persiba Bantul berjumlah 21 pemain. Sehingga berdasarkan rencana manajemen tinggal membutuhkan 2 pemain yaitu 1 pemain asing dan 1 pemain lokal berposisi penjaga gawang.
Sedangkan Tariks El Janaby yang sudah bergabung dengan Persiba Bantul sejak kemarin, masih dipantau terus dan dilihat perkembangannya termasuk dalam ujicoba menghadapi PSS Sleman Kamis besok (2/9) di stadion Maguwoharjo. Karena dalam perekrutan pemain asing harus hati-hati dan cermat agar benar-benar bisa mengangkat tim dan menambah daya juang tim dalam menghadapi kompetisi, mengingat anggaran  pemain asing tidak diperbolehkan menggunakan APBD sehingga manejemen harus mencari dana diluar APBD untuk kontrak 3 pemain asing yang rencana akan direkrut.

Senin, 30 Agustus 2010

Persiba ujitanding hadapi PSS, Tarikh El Janaby merapat ke Bantul

Persiba Bantul akan menghadapi PSS Sleman pada partai ujicoba yang akan digelar Kamis (2/9) di Stadion Maguwoharjo Sleman.  Bagi kedua klub di Jogja ini, pertandingan ini akan dijadikan momen untuk memantau pemain guna mendapatkan komposisi terbaik bagi PSS dan Persiba Bantul.  Setelah Manajemen Persiba deal dengan pemain asing Ezzequiel Gonzales dan Michael Dhubuisi yang sudah bergabung baik dalam latihan dan ujicoba beberapa hari ini, manajemen sudah mendapatkan 19 pemain untuk menjadi squad tim musim kompetisi tahun ini.
Sedangkan pemain yang masih dalam pantauan seleksi Ravelino dan Ardi Suyanto sampai berita ini belum final, apakah kedua pemain itu akan bergabung dengan Persiba atau tidak, masih menunggu perkembangan pemain dalam latihn dan ujicoba besok.  Untuk pemain lokal melangkapi kebutuhan pemain, manajemen masih
untuk tambahan pemain asing, malam ini Persiba Bantul kedatangan Tarikh El Janaby mantan pemain Produta yang akan dipantau dan diseleksi untuk melengkapi kebutuhan 3 pemain asing. Tarik rencana akan menjadi pemain kunci di tengah, dan mulai besok akan segera bergabung dengan pemain lain dalam latihan besok sore.

Sabtu, 28 Agustus 2010

Persiba Bantul tundukkan Persipur 4-0, Paserbumi Gelar Rapat Persiapan Musta

Ujicoba sore tadi menghadapi klub Divisi Satu Persipur Purwodadi, Persiba Bantul berhasil menundukkan tamunya dengan skor 4-0.  Pada babak pertama Bang Edu (panggilan Eduard Tjong) memasang kiper Wahyu Tri Nuroho, dengan pemain belakang Wahyu Wijiastanto, Micahel Dhubuisi dan Ahmad Taufik.  Kemudian di depannya ada Arwin, Batalla, Anwarudin, Bagong Ansori, dan pemain di depan Ravelino, Busari dan Ezequiel.
Jalannya pertandingan pada babak pertama, Persiba yang kelihatan lebih unggul langsung menggebrak pertahanan Persipur.  Koleksi 3 gol yang disarangkan dan tercipta pada babak pertama melalui kaki Ravelino, Ezequiel Gonzales dan Busari.
Sedangkan babak 2 dengan formasi Agus Marwant0, belakang Dhubuisi,  Slamet Widodo, Wwahyu Tanto, di tengah Choirul Anam, Andro Levandy, Johan Manaji, Nopendi, Anwaruin, di depan Ugik Sugiyanto dan Sigit Pane.   Pada babak kedua Persiba hanya menamah 1 gol lewat tendangan bebas Anwarudin. Di babak kedua kelihatan kerjasama antar pemain masih kurang, sering kehilangan bola dan salah umpan. Sampai akhir pertandingan kedudukan 4-0 untuk Persiba Bantul.
Sedangkan DPP Paserbumi pada masa akhir kepengurusan akan menggelar rapat persiapan MUSTA (Musyawarah Anggota) dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama, yang akan dilangsungkan Minggu (29/8) di rumah Wakil Lurah Hanung Raharjo Sudimoro jalan Imogiri Barat, dengan mengundang pengurus DPP, Sekarbumi, Perwakilan Korwil dan PCC.

Kamis, 26 Agustus 2010

Persiba Bantul ujicoba hadapi Persipur

Setelah menggelar  latihan dengan pemantauan pemain seleksi menyusul 12 pemain yang sudah deal, terdapat 5 pemain yang menyusul diantaranya Wahyu Tri Nugroho, Sinangjono, Arwin, Sigit Pane dan Busari melengkapi 17 pemain yang sudah deal sampai hari ini (red: 26/8),  manajemen Persiba Bantul berencana menggelar ujicoba melawan Persipur Purwodadi besok pada Sabtu (28/8) di Stadion Sultan Agung, yang semula ada kabar dari manajemen akan menghadapi Persiwa Wamena, akan tetapi gagal bermain di Bantul.
Perburuan pemain untuk melengkapi squad Persiba Bantul 2010-2011 dengan kekuatan sekitar 23 pemain,  manajemen masih membutuhkan 6 orang pemain, 3 pemain lokal pada posisi kiper, tengah dan pemain belakang. Sedangkan 3 pemain asing yang akan direkrut untuk bergabung belum ada satupun yang deal dengan manajemen, walaupun Ezzequiel dan Micahel Ndhubuisi sudah bergabung latihan, dan satu pemain lagi Fortune udo yang sempat bergabung pada putaran Turnamen Bupati Cilacap 2010 yang digelar sebelum bulan puasa kemarin. Pada latihan sore tadi di stadion, ada satu pemain asing yang ikut seleksi, yaitu Batala dari Argentina.
Apakah kabar manajemen akan menggabungkan striker dengan duet Ezze dan Udo berhasil?

artikel : carik@paserbumi.com  | www.paserbumi.com

Minggu, 22 Agustus 2010

12 pemain sudah deal dengan Manajemen Persiba

Sejak habis masa kontrak pemain awal bulan Agustus kemarin, manajemen Persiba Bantul telah melakukan perekrutan kembali beerapa pemain msuim kemarin.  Dari informasi manajemen Persiba setelah kemarin sore (21/8) di stadion Sultan Agung menjadi latihan dengan ujicoba melawan klub lokal, sesuai dengan rekomendasi Eduard Tjong selaku pelatih, manajamen telah mendapatkan pemain yang sudah deal sebanyak 12 pemain.  4 pemain lokal Bantul Nopendi, Johan Manaji, Agus Marwanto dan Slamet Widodo, pemain luar Bantul yang sudah deal sebanyak 8 orang antara lain Wahyu Wijiastanto, Muhammad Ansori (Bagong), Anwarudin (Persikab), Achmad Taufiq (Persijap/Persiba Timnas U-20 tahun 2005), Choriul Anam (Persikota/Persiba 2008), Ugik Sugiyanto (Persiba Bantul), Andro Levandy (Persela) dan Seto Nurdiyantoro (Persiba Bantul) sebagai pemain dan asisten pelatih.
Sementara masih ada 4 pemain yang masih dalam proses negosiasi antara lain Wahyu Tri Nugroho (Kiper), Arwin (Persikab), Sigit Pane dan Busari (Persibo). Sedangkan pemain yang masih dipantau perkembangannya dan sudah bergabung dalam latihan beberapa hari ini, ada Ardi Suyanto, Ravelino, Sinangjono , Johan Charles / kiper (Persibo) dan Michael Dhubuisi.
Mulai hari Senin (23/8)  pelatih dengan perangkat tim dan didampingi manajemen tim yang lain akan kembali menggelar latihan di stadion Sultan Agung.

Jumat, 23 Juli 2010

Persiba Bantul ke 8 besar Bupati Cilacap Cup 2010

Gol semata wayang Andro Levandy di menit akhir babak kedua, membawa Persiba Bantul melaju ke perempat final Bupati Cilacap Cup 2010. Kemenangan tipis di Stadion Wijaya kusuma Cilacap (22/7) patut disyukuri, mengingat perfomance anak asuh Eduard Tjong belum sepenuhnya kembali ke level terbaik.

Turun dengan duet striker ‘double U’ Ugiek dan Udo, ternyata belum terlalu signifikan pengaruhnya. chemistry dua penyerang yang baru 2 hari berlatih, masih jauh dari harapan publik Paserbumi. Di barisan gelandang, Andro, Yohanes, Zaenal Fanani serta Johan Manaji terlihat sedikit lebih unggul kualitasnya.
Peluang pertama hadir dari M Bagong Ansyori di menit 15. sayang tendangannya sedikit diatas mistar. begitupun kesempatan emas Johan Manaji, namun kali ini tiang gawang menjadi penyelamat. Udo Fortune hampir saja mencetak gol pertama di debut perdana, beruntung kiper Bartenda yang mendatangkan mantan penjaga gawang Persikab, sukses mengagalkan tendangan Fortune. 0-0 menutup babak pertama.
Selepas jeda, serangan-serangan tim Laskar Sultan Agung yang sore tadi didukung puluhan Paserbumi makin meningkat. Stoper Bartenda, Fatsul (bek PSCS) harus bekerja ekstra keras menahan agresivitas Udo dan Ugiek. Sekali lagi lemahnya penyelesaian akhir dan minimnya dukungan dari lini kedua, membuat gawang Bartenda aman. Pada menit 70, Persiba melakukan pergantian pemain. Ugiek digantikan Sinangjono, sedang Wahyu Tri Harjanto mereposisi Zaenal Fanani. Bayangan adu penalti sempat muncul sebelum hadirnya gol Andro Levandy di menit 90. Berawal dari serangan balik, bola lambung dari second line berhasil dikontrol dengan dada, kemudian pemain yang musim lalu meperkuat Persela ini melakukan tendangan membelakangi gawang. Sekali shot, bola menghujam sisi kiri gawang Yongki, kiper Bartenda. Tambahan waktu 2 menit tetap tidak merubah hasil pertandingan, Persiba menang 1-0 atas juara Divisi l cilacap, Bartenda.
Menurut sang Gaffer Eduard Tjong, permainan anak asuhnya memang belum maksiamal. “Tadi stamina anak-anak terkuras di perjalanan. Masuknya pemain baru (Udo dan Lipede) juga belum menyatu dengan pemain lama. Kita baru sekali latihan sama mereka (Udo dan Lipede) jadi belum tampak padu,” ujar Edu memberikan alasan. Mengenai Andro Levandy, sang penentu kemenangan Persiba sore tadi, Edu mengatakan kalau skill maupun tehnik-nya lumayan bagus. “Secara kualitas, Andro memang bagus, tapi masih saya pantau terus. Termasuk memberi banyak turun bertanding agar semakin meningkat gaya permainannya,” tambah Edu.
Dari hasil pertandingan Kamis sore tadi, Persiba akan kembali tampil hari Selasa (27/7) melawan Ps Tunas Roda Cilacap. Pemenangnya berhak satu tempat di semifinal Bupati Cilacap Cup 2010.
sumber : www.paserbumi.com

Rabu, 21 Juli 2010

Persiba Bantul ikut Bupati Cilacap Cup 2010, Paserbumi Tour Cilacap

Persiba Bantul untuk pertama kalinya akan tampil di turnamen Sepak Bola Bupati Cilacap Cup 2010. Dalam turnamen yang telah 10 kali digelar oleh PSCS Cilacap ( tim baru Divisi Utama musim 2010-2011), Wahyu Wijiastanto dkk baru akan tampil besok Kamis (22/07) menghadapi klub Batenda ( juara Divisi l Cilacap 2010 ). Kejuaraan bergengsi di Karisidenan Banyumas ini, sebenarnya telah di mulai sejak tanggal 17 Juli kemarin. Dengan hadiah total Rp. 30.000.000, 16 tim kontestan yang berasal dari Klub seputaran Banyumas hingga mengundang kesebelasan Level Divisi Utama, tentu menjadi ajang seleksi pemain serta pemanasan yang baik untuk Persiba Bantul. Jangan heran bila banyak pemain asing maupun pemain Divisi Utama tampil di even tahunan ini. Dari Yogyakarta sendiri diwakili oleh Persiba Bantul serta PSIM, namun PSIM hanya mewakilkan Tunas Muda, dimana kemarin menang adu penalti melawan Ps Persada Cilacap 6-5.
Meski tidak ada target juara, namun seperti dikutip dari Wikan Werdo Kisworo (Sekretaris tim Persiba), Laskar Sultan Agung bakal tampil maksimal. “Ibaratnya lagi bongkar pasang pemain, jadi kita optimalkan apa yang ada. Yang penting jangan kalah di pertandingan pertama besok,” kata Wikan saat dikonfirmasi. Rombongan tim Persiba akan berangkat besok Kamis pagi (22/07) dari Mess dengan berkekuatan 19 pemain. Ke-19 skuad The Reds diantaranya : Wahyu Tri Nugroho, Agus Marwanto, Ariesoma, Slamet Widodo, Nopendi, Hari Susanto, Wahyu Wijiastanto, Zaenal Fanani, Yohanes Yuniantara, Johan Manaji, M Bagong Ansyori, Andro Levandy, Wahyu Tri Haryanto, Ugiek Sugiyanto, Erik Irawan. Untuk pemain asing, Udo Fortune serta Pieter Lipede akan memperkuat Tim kebanggaan warga Bantul plus Sinangjono (eks PSMP ). Masih menurut Wikan, Slamet Nur Cahyo tidak ikut dibawa karena ada keperluan keluarga, sedang Seto Nurdiyantoro belum fit dari cidera.
Paserbumi tour ke Cilacap
Dari DPP Paserbumi diumumkan akan adanya Tour ke Cilacap guna mensuport Johan Manaji dkk di Turnamen Bupati Cilacap, besok Kamis (22/07). Menurut Akid ( Divisi Wadya Bala Paserbumi ) biaya Tour Rp. 30.000 / orang termasuk tiket pertandingan, dengan asumsi harga tiket Rp. 10.000. Jika ternyata harganya Rp.15.000,- maka akan ditambah lagi Rp. 5.000. Untuk pendaftaran maupun konfirmasi bisa menghubungi per Korwil atau datang langsung di Mess Persiba besok Kamis jam 07.00 WIB.
sumber  web resmi Paserbumi Persiba bantul | http://paserbumi.com

Jumat, 11 Juni 2010

Edu Bertahan, Persiba Tetap Latihan

Teka-teki siapa Nahkoda Laskar Sultan agung musim 2010-2011, terjawab sudah. Kamis (10/6) di Kantor Pemkab Bantul, H Idham Samawi, selaku Manager tim, kembali menunjuk Eduard Tjong sebagai arsitek Persiba Bantul, usai melakuan pertemuan dengan pengurus managemen.
Secara singkat, Wakil Manager bidang operasional, Bagus Nur Edi Wijaya menjelaskan, kualitas dan kepiawaian Edu dalam menangani Seto nurdiyantoro dkk terbilang bagus, meski gagal di 8 Besar. “Tadi saya juga telah bilang pada Edu untuk segera mencari pemain ‘jadi’ ,” lanjut Bagus. “Bapak (Idham Samawi) masih memberi kesempatan dan kepercayaan pada Edu,” tambah bagus. Dengan demikian, rumor hengkangnya pelatih yang juga fans tim italia ini, berakhir sudah.
Walaupun kompetisi Liga Joss telah selesai (tinggal play off yang serba ketidakpastian) Managemen tidak akan mengadakan pembubaran tim. “kita hanya akan tambal-sulam saja, toh kontrak juga sampai Agustus,” menurut sekretaris tim, wikan WK.
Kamis (10/6) siang kemarin, janji managemen untuk membayarkan gaji bulan Juni telah terlaksana. Program latihan tetap diadakan, namun hanya pada hari Rabu dan Jumat di Stadion Sultan Agung maupun lapangan Semail. Tujuannya guna menjaga kondisi fisik serta mengisi waktu kosong karena libur Kompetisi. “Latihan tersebut sekaligus menyeleksi pemain yang akan dipakai untuk musim depan,” jelas Bagus.
Salah satu pemain Persiba, Slamet Widodo mengungkapkan, sempat bermain bola Tarkam di Magelang bersama Johan Manaji. “Kalau sekarang harus ijin Pak Bagus dulu, baru tahu boleh apa tidaknya,” beber Slamet saat bertandang di markas PCC.
Sore harinya, 15 pemain Persiba plus Muhammad ‘Bagong’ Ansyori, menjalani latihan bersama klub Divisi ll PSSI, Protaba. ke-15 pemain tersebut antara lain, Wahyu Tri Nugroho, Ariesoma, Agus Marwanto, Slamet Widodo, Doni Saferi, Hari Susanto, Wahyu Wijiastanto, Zaenal Fanani, Nopendi, Seto Nurdiyantoro, Yohanes Yuniantoro, Johan Manaji, Wahyu Gowang Tri Haryanto, Ugiek serta Erik Irawan. Hasilnya 3 gol bersarang di jala Protaba yang dikawal kiper Ruzianto. Tiga gol tersebut dilesakan Ugiek S, Zaeanal Fanani dan Johan Manaji, kesemuanya dari tendangan keras di luar penalti. Beberapa suporter yang sore itu datang di Stadion, mendapat jersey asli Persiba.

Selasa, 20 April 2010

Kalahkan Persiba Bantul, Persela ke 16 Besar

LAMONGAN - Persela Lamongan memastikan lolos ke babak 16 besar Piala Indonesia, setelah meraih kemenangan 2-1 (1-1) atas Persiba Bantul pada laga penyisihan terakhir Grup B di Stadion Surajaya Lamongan, Selasa (20/4).

Kemenangan ini membawa "Laskar Joko Tingkir" memimpin klasemen sementara Grup B dengan nilai tujuh, hasil dua kali menang dan sekali seri. Sementara Persiba Bantul dipastikan tersingkir karena di laga sebelumnya juga kalah. Satu tiket tersisa dari grup ini diperebutkan Persija Jakarta dan Persikab Bandung.

Pemain asal Jepang Tomoaki Komorida menjadi penentu kemenangan Persela melalui golnya di menit ke-49, setelah kedua tim berbagi angka 1-1 hingga 45 menit pertama. Persela unggul dulu di menit ke-32 lewat Taufiq Kasrun setelah memanfaatkan bola muntah tendangan Khomad Suharto. Hanya berselang satu menit, Persiba mampu menyamakan skor setelah sundulan pemain pengganti Roni Irawan mengoyak gawang Khoirul Huda.

Tuan rumah Persela yang sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang, tidak turun dengan komposisi pemain terbaik. Martin Zada, Gede Sukadana dan Tomy Rifka dicadangkan untuk rotasi pemain.

“Saya memang sengaja mencoba formasi lain di babak pertama sebagai persiapan melawan Bontang FC di kompetisi Liga Super, namun hasilnya memang belum maksimal. Mudah-mudahan kemenangan ini bisa menambah kepercayaan diri pemain sebelum menjalani laga lanjutan Liga Super,” kata Direktur Teknis Persela Joko Susilo.  (liga-indonesia.co.id)

Pelatih Persiba Eduard Tjong mengakui Persela layak memenangkan pertandingan, karena tampil lebih bagus dan mampu memanfaatkan peluang.

“Anak-anak sudah bermain dengan sangat maksimal untuk mengimbangi Persela, tapi kami memang kalah kelas,” katanya.

Sabtu, 17 April 2010

Piala Indonesia, Persiba Bantul vs Persikab 0-0

Meski menampilkan materi pemain utamanya, Persiba Bantul kembali menuai hasil draw 0-0 melawan tim Persikab Kab Bandung, dalam ajang Piala Indonesia Grup B. Dari hasil ini, 4 tim yang berlaga di Stadion Surajaya Lamongan jumat (16/04) sama-sama berkesudahan 0-0. Di jam l, Persija mampu menahan Imbang tuan rumah Persela, 0-0. Bagi skuad Laskar Sultan, jika menilik 3 laga terakhir, maka ini kali ke-4 harus bermain imbang berturutan.
Turun dengan form 352, anak asuh Eduard Tjong justru kedodoran di 20 menit awal. Hari Susanto yang diplot sebagai gelandang bertahan, kurang mampu mengimbangi pergerakan Fortune Udo. Beruntung, Wahyu Tri Nugroho bisa menepis tendangan keras Fortune di menit 20. Selang 2 menit, Ezze gantian mengancam gawang kiper Dadang Sudrajat. Menyadari lini tengah kurang berkembang, Edu lantas memasukan Febi Mc dan menarik Hari Susanto. Hasilnya Persiba mampu menguasai lapangan tengah. Bahkan 2 kali gawang Persikab kebobolan di menit 26 dan 33. Sayang gol Ruli Handoyo serta Moukwelle dianulir wasit Suwandi karena dinilai Off side. Babak pertama tetap tak berubah masih 0-0.
Guyuran hujan diparuh dua laga semakin menjadi. Lapangan yang becek membuat kedua kesebelasan gagal menampilkan performa terbaiknya. Satu pergantian striker, dari Ugik ke Roni Irawan di penghujung pertandingan, masih tak membuahkan gol. Skor kacamata bertahan hingga bubar.
Eduard Tjong mengakui skema 352 tidak berjalan sesuai rencana, sehingga kembali ke 442. Hasil seri menurut Edu sudah maksimal. Ditambahkan Wikan Wirdo Kisworo, Persiba mendapat pelajaran berharga dari kondisi lapangan. Dan beruntung masih meraih satu poin.

Kamis, 11 Februari 2010

Persiba Bantul tahan Gresik 1-1

Ambisi Persiba Bantul untuk mencuri poin penuh di kandang Gresik United, akhirnya gagal. Febi Martika dkk harus puas berbagi satu angka, setelah tertahan 0-0 di Stadion Tri Dharma Gresik, kamis (11/02) sore tadi. Meski hanya meraih 1 poin, posisi tim Laskar Sultan Agung masih aman di peringkat 2, dengan total poin 25. Hasil seri ini merupakan yang pertama bagi skuad The Reds, selama mengikuti Kompetisi Liga Joss Indonesia 2009-2010. Sebaliknya, tuan rumah Gresik United, urung menggeser Persikota di klasemen sementara wilayah ll.
Turun dengan Line Up pemain yang sama kala mencukur Persis Solo, Persiba Bantul tampak berhati-hati meladeni permainan offensif tim berjuluk Laskar Joko Samudro ini. David Faristian, gelandang Gresik United berkali-kali merepotkan lini belakang Persiba. Di menit 20, Nopendi terpaksa menerima Kartu Kuning setelah melanggar striker tuan rumah. Persiba Bantul yang sore tadi mengenakan kostum putih-putih, praktis hanya memiliki satu peluang emas, ketika tendangan Ezequiel Gonzales, setelah menerima umpan crossing Slamet Nurcahyo di menit 22 masih mampu ditepis kiper Gresik United, Usman Pribadi. Walau kalah dalam Ball possesion, hingga babak pertama usai, skor masih 0-0.
Memasuki 45 menit kedua permainan tetap dalam kendali dipegang anak asuh Sasi Kirono. Penampilan penyerang depan terbaru Gresik United, Varney Pas Boakay ( eks Persela ) sangat merepotkan duo Centre Back, Luchiano- Tanto. Pelatih Persiba, Eduard Tjong, mencoba melakukan pergantian pemain. Febi Martika serta Slamet Nurcahyo ditarik keluar, digantikan Wahyu Tri Haryanto dan Slamet Widodo. Meski begitu, keadaan tak berubah masih dalam kendali tuan rumah. Dukungan Paserbumi yang hadir di Stadion Tri Dharma, belum mampu banyak berbicara bagi tim. Sigit Syahrial Pane sempat diturunkan di menit 72 menggantikan Ugik S, namun minimnya pasokan bola dari lapangan tengah, membuat peran Striker bernomer punggung 10 tersebut kurang berarti. Hingga Wasit Saripudin dari Bandung meniup peluit panjang, papan skor tetap tak berubah 0-0.
www.paserbumi.com

Minggu, 07 Februari 2010

Persiba bantul gunduli Persis 5-0, Slamet Nurcahyo Hattrick

Slamet Nurcahyo (11) (by Yan Arief)Gelandang serang Persiba Bantul, Slamet Nurcahyo benar-benar menjadi momok pertahanan Persis Solo dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Joss Indonesia. Bermain dihadapan puluhan ribu Paserbumi yang memenuhi Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (7/02) pemain kelahiran jember tersebut membuat hattrick pertamanya selama membela tim Laskar Sultan Agung di menit 5, 34 dan 55.

Kemenangan 5-0 sore tadi sekaligus menjadi skor terbesar Persiba musim ini. Sementara untuk tim tamu, terlebih pelatih barunya Isman Jazulmei, mantan asisten pelatih Persija semasa dilatih Danurwindo, tak ubahnya kado pahit di pertandingan pertama sebagai Nahkoda baru tim Laskar Sambernyawa. Bagi Persis sendiri, kekalahan telak tadi sore semakin mengendapkan di dasar Klasemen Wilayah ll.
Selepas Kick-off, Nova Zaenal dkk sempat merepotkan barisan pertahanan Persiba yang dijaga Duo centre Back Wahyu Wijiastanto dan Luchiano. Namun lewat aksi serangan balik yang cepat di menit 5, dari sisi kanan Persis, umpan terukur Moukwelle mampu menembus perangkap off side Persis. Slamet nurcahyo yang datang dari second line menyambutnya dengan tendangan presisi ke arah kanan kiper persis yang dijaga Aditya fajar, 1-0 untuk Persiba. Gol cepat tersebut ternyata merubuhkan koordinasi permainan Persis. Hanya mengandalkan seorang Paredes didepan, serangan tim wong Solo selalu kandas sebelum masuk kotak 16 Persiba.

Persiba VS Persis Lemahnya trio bek Haryadi, Uchena serta prasetyo benar-benar dimanfaatkan Moukwelle maupun Rulli Handoyo untuk memborbadir tim tamu. Hasilnya dimenit 34, umpan satu-dua sentuhan Ezequiel – ugiek kembali dikonversi Slamet Nurcahyo guna memperdayai kiper Aditya. 2 menit sebelum turun minum, Ezequiel kembali mengoyak gawang Persis lewat heading memanfaatkan crossing Ugiek. Skor 3-0 menutup babak pertama dalam pertandingan yang diguyur hujan tersebut.
Usai turun minum, Febi Martika cs tidak megendurkan serangan. Dan akhirnya Pemain Persiba bernomer punggung 11, Slamet nurcahyo melengkapi penampilan gemilangnya lewat hattrik golnya di menit 55. Gol ini berawal pergerakan Ezequiel yang lagi-lagi gagal di-marking pemain belakang tim tamu. Unggul 4-0 membuat penampilan kedua tim agak menurun. Pergantian beberapa pemain baik Persiba maupun Persis tidak mampu meningkatkan tempo permainan. Justru beberapa pelanggaran kerap dilakukan kedua kesebelasan.
Beruntung bagi tim pujaan Paserbumi ini, aksi Akrobatik srtiker Roni irawan yang menggantikan Ugiek, meski terjatuh namun masih sempat melepaskan tendangan tanpa mampu ditepis penjaga gawang Aditya Fajar. Gol pertama roni Irawan di menit 81 ini sekaligus menutup pesta gol ke kubu Persis yang juga didukung ratusan pendukung fanatiknya, Pasoepati.
Dengan torehan poin penuh minggu sore tadi, Persiba kini menempel ketat Deltras Sidoarjo di puncak klasemen grup ll. Eduard Tjong sendiri mengaku puas bukan karena 5 gol-nya saja, tetapi ada gol yang berawal dari bola crossing. Para pemain juga jarang salah umpan dan disiplin menjaga setiap lini.
Sedang Isman Jazulmei hanya menyebut lemahnya koordinasi 3 pemain belakang tim asuhannya sebagai penyebab utama kekalahan. Tak lupa berucap bahwa Persiba sore ini tampil sangat bagus.
sumber : www.paserbumi.com

Sabtu, 30 Januari 2010

Persiba Bantul atasi Persikab 1-0

Persiba Bantul membuka putaran ll Liga Joss Indonesia 2009-2010 Wilayah ll lewat kemenangan dramatis 1-0 atas tamunya Persikab Kab Bandung. Gol Slamet Nurcahyo di menit 91 membuat tim Laskar Sultan Agung membalaskan kekalahan saat pertemuan pertama di Stadion Jalak Harupat 2 minggu lalu. Kemenangan sore tadi menjadikan perolehan poin Persiba kini terpaut tipis dari Deltras Sidoarjo. Sementara bagi Persikab, kekalahan ini memperpanjang rekor belum pernah menang di partai tandang selama kompetisi.
Persiba Bantul vs Persikab Kab. Bandung 1 - 0 Persiba Bantul vs Persikab Kab. Bandung 1 - 0
Stadion Sultan Agung, Sabtu (30/01) tetap penuh dengan belasan ribu Paserbumi meski pertandingan tadi juga disiarkan langsung oleh ANTV. Menurunkan Slamet Nurcahyo, Febi Martika (kapten), Moukwelle serta Rulli Handoyo, Persiba sebenarnya dominan dibabak pertama. Namun tidak akuratnya umpan Crossing maupun telatnya sokongan dari gelandang di kotak penalti Persikab, membuat beberapa peluang terbuang sia-sia. Setidaknya 2 kali Slamet Nurcahyo tendangannya nyaris membobol jala kiper Dadang Sudrajat di menit 25 dan menit 32. Sementara Persikab praktis hanya meninggalkan seorang Fortune Udo sebagai target man. Berkat ketatnya penjagaan bek Pieter Lipede, Skor imbang kosong-kosong menutup 45 pertama. 2 Kartu Kuning dikeluarkan wasit untuk pemain nomer 23 Persikab, Arwin begitu pula Fortune Udo.
Usai turun minum, Persiba masih juga kesulitan membongkar pertahanan tim polesan Suharno ini. Tak jarang pemain Persikab sering terjatuh meski terjadi sedikit berbenturan. Beruntung pemain Persiba tidak terpancing emosinya. Justru pemain Persikab, Arwin diusir sang pengadil karena menerima 2 Kartu Kuning di menit 70.
Tuan rumah yang bernafsu mengincar kemenangan akhirnya memasukan Seto Nurdiyantoro, Roni Irawan serta Johan Manaji. Serangan bergelombang tiga pemain pengganti ini nampaknya akan berakhir sia-sia. Pertahanan Grendel ala Italiano nyaris sempurna, bahkan mendekati menit 90, Fortune Udo hampir membuat Paserbumi menangis jika tendangannya gagal diantisipasi Kiper Wahyu Tri Nugroho.
Memasuki menit 92, tendangan keras Ezequiel justru mengenai Roni Irawan, bola rebound tersebut tepat di kaki Slamet Nurcahyo yang dengan dingin men-shot bola untuk membobol gawang Dadat Sudrajat. Ribuan Paserbumi tak anyal bersorak- sorai menyambut kemenangan dramatis sore tadi, bahkan Manager Persiba, Idham Samawi serta pelatih Eduard Tjong larut dalam Euforia. Kemenangan berharga guna menyambut Persis Solo 7 Februari 2010 nanti.  sumber : www.paserbumi.com

Kamis, 28 Januari 2010

Persiba Targetkan Poin Penuh Atas Persikab

Persiba Bantul akan memulai partai perdana putaran ll Kompetisi Divisi Utama Liga Joss Indonesia 2009-2010 sabtu (30/01) di Stadion Sultan Agung, melawan klub Persikab Kab Bandung. Selain menargetkan 3 angka dari anak didik Suharno, kemenangan atas Persikab nanti akan menipiskan margin poin dari pemuncak Klasemen sementara Wilayah ll yang dipegang Deltras Sidoarjo. Aroma revans di skuad Laskar Sultan Agung juga menjadi ‘bumbu lain’ di samping perseteruan dua pelatih kesebelasan ini. Sekedar mengingatkan, Eduard Tjong dulunya pernah menjadi asisten pelatih Suharno kala menukangi tim Persis Solo beberapa tahun yang lalu. Serunya pertandingan sabtu besok membuat Stasiun televisi ANTV berencana menyiarkan secara live mulai pukul 15.00 wib, sedang kick-off-nya sendiri jam 15.30 wib.
Persikab sendiri dipastikan tetap mengandalkan penyerang andalan mereka, Fortune Udo. Pemain bertubuh kekar yang mengidolakan Didier Drogba ini wajib diwaspadai Luchiano maupun Wahyu Tanto, karena tendangan serta assist-nya kerap membuahkan gol. Serangan balik tim ‘ Green Wolf ‘ sebutan lain Persikab, yang sering membahayakan pertahanan Persiba saat leg l di Jalak Harupat, harus menjadi PR khusus sang pelatih Eduard Tjong. Jika tidak, bukan tidak mungkin pemain tengah Persikab bakal mengoyak jala Wahyu Tri Nugroho. Suharno sendiri menyadari bahanyanya Persiba jika bermain di depan puluhan ribu Paserbumi yang tampil ofensif sepanjang 90 menit.
Kubu tuan rumah Persiba Bantul dalam latihan terakhirnya selain digenjot staminanya juga berlatih skema mengantisipasi serangan balik lawan. Slamet Nurcahyo, Johan Manaji dan Seto Nurdiyantoro sebagai kreator serangan kadang telat dalam membantu pertahanan. Hanya meninggalkan Moukwelle sendirian di depan dua centre back, sangat rentan dengan counter attack lawan. Duo striker Ezze serta Ugik S masih dipercaya untuk membobol kiper Persikab Dadang Sudrajat, namun jika Ugik tidak optimal, bukan tidak mungkin Roni Irawan akan mengisi posisinya.
Meski gagal mengontrak Sigit Syahrial Pane dan terakhir Sony Kurniawan, Persiba dimata Paserbumi diyakini mampu meraup poin penuh. Salah satu faktornya adalah rekor away Pieter Lipede cs sangat buruk karena belum sekalipun menang. Atmosfir Stadion Sultan Agung yang kental nuansa merahnya semoga mampu meredupkan hijaunya Persikab.

sumber : www.paserbumi.com

Rabu, 20 Januari 2010

Laga Perdana Putaran 2 Persiba jamu Persikab Bandung

Jadwal putaran 2 kompetisi Liga Joss tahun 2009-2010 dimulai pada akhir bulan ini, pada putaran 2 ini Persiba Bantul akan melakoni 6 kali kandang dari 10 kali main dengan mundurnya Persikad Depok.

Adapun jadwal laga Persiba Bantul pada putaran 2 sebagai berikut :

1)  SABTU, 30 JANUARI 2010 ; PERSIBA BANTUL vs PERSIKAB BANDUNG
2)  MINGGU, 7 FEBRUARI 2010 ; PERSIBA BANTUL vs PERSIS SOLO
3)  KAMIS, 11 FEBRUARI 2010 ; GRESIK UNITED vs PERSIBA BANTUL
4)  SENIN, 15 FEBRUARI 2010 ; PERSIDAFON DAFONSORO vs PERSIBA BANTUL
5)  JUMAT, 19 FEBRUARI 2010 ; PERSIBA BANTUL vs PRO DUTA
6)  JUMAT, 5 MARET 2010    ; PERSIBA BANTUL vs PERSIKOTA TANGERANG
7)  JUMAT, 19 MARET 2010 ; PSIS SEMARANG vs PERSIBA BANTUL
8)  SENIN, 22 MARET 2010 ; PPSM MAGELANG vs PERSIBA BANTUL
9)  JUMAT, 26 MARET 2010 ; PERSIBA BANTUL vs DELTRAS SIDOARJO
10) SELASA, 30 MARET 2010 ; PERSIBA BANTUL vs MITRA KUKAR


Sedangkan Paserbumi pada putaran 2 dari 4 kali tandang Persiba, Paserbumi kemungkinanakan menggelar 3 tour ke Gresik, Semarang dan Magelang. Dalam waktu dekat DPP Paserbumi akan segera menggelar rapat koordinasi untuk rencana tour dan menghadapi putaran 2 lanjutan komeptisi tahun ini.

Senin, 18 Januari 2010

Persiba Bantul gagal raih poin

Laga terakhir Persiba Bantul di putaran pertama Kompetisi Divisi Utama Liga Joss Indonesia berakhir dengan kekalahan. Melawan tuan rumah Persikab Kabupaten Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Minggu (17/01) Slamet nurcahyo dkk harus mengakui keunggulan Udo Fortune cs dengan skor 1-0. Gol di babak pertama oleh pemain pengganti DaniMamangge, cukup untuk menggeser Persiba Bantul dari urutan 2 Klasemen sementara wilayah ll. Meskipun pulang tanpa poin, tim Laskar Sultan Agung masih bercokol di 4 besar klasemen.
Sejak kick off babak pertama dimulai, kedua tim lansung bermain terbuka. Persiba sedikit unggul di lini tengah lewat mobilitas gelandang lincah Slamet Nurcahyo. Namun ketatnya penjagaan Pieter Lipede pada Ezequiel Gonzalez membuat umpan satu-dua dengan ugiek gagal mencetak gol. Dua peluang emas dari sontekan wing back Zaenal Fanani maupun tendangan jarak jauh Slamet nurcahyo kandas di tangan kiper Persikab Dadang Sudrajat. Petaka justru datang di menit 37, lewat serangan balik yang cepat, Udo Fortune walau dijaga Wahyu Wijiastanto mampu memberi umpan matang pada Dani Mamangge yang lolos dari kawalan Luchiano serta Nopendi. Tendangan pemain nomer 9 ini menggetarkan jala kiper Wahyu Tri Nugroho. Wasit juga memberi 1 Kartu Kuning untuk bek Persikab Rasmoyo karena melanggar Wahyu tri Haryanto. 5 tendangan penjuru dibabak pertama tetap tak mengubah skor 1-0 untuk tuan rumah.
Memasuki 45 menit kedua, Eduard Tjong belum juga mengganti pemainnya meski Paserbumi yang datang langsung di Jalak harupat meminta Seto Nurdiyantoro dimainkan. Bola lebih sering berkutat di lapangan tengah karena kedua tim sama-sama kuat dalam penjagaan. Masuknya Yohanes Yuniantoro di menit 60 untuk menggantikan Wahyu Tri Harjanto belum membuahkan hasil. Kedua tim juga mendapat peluan terbaiknya melalui sundulan Moukwelle dan tendangan striker Udo Fortune. Seto Nurdiyantoro yang masuk di menit 73 menggantikan febi Martika tetab kesulitan menerobos bek – bek Persikab. Peluang terakhir lewat Yohanes masih juga menerpa tiang gawang tim yang didukung ratusan ‘green wolf’ ( supporter Persikab ). Hingga Wasit Khusni meniup peluit panjang, Persikab mampu mempertahankan kemenangan tipis 1-0.
Sementara saat dikonfirmasi, Wikan WK Sekretaris Tim mengatakan, Persiba hanya kurang beruntung dalam memaksimalkan peluang. Permainan secara umum juga bagus meski stamina agak kendor mengingat Persiba baru bermain kamis (14/01). Perombakan dan penambahan pemain pasti dilakukan sebelum putaran ll berlangsung. www.paserbumi.com

Sabtu, 16 Januari 2010

Hadapi Persikab, Persiba waspadai Fortune Udo

Laga akhir bagi Persiba Bantul dan ruan rumah Persikab diperkirakan berjalan seru, mengingat keduanya merupakan tim papan atas klasemen sementara grup 2 (tengah) kompetisi divisi utama 2009/2010. Pertandingan yang dijadwalkan Minggu (17/1) di stadion Jalak Harupat Soreang kabupaten Bandung adalahlaga perdana bagi keduanya karena sebelumnya Persiba selalu mendapat tempat di grup timur.

Persikab pada putaran 1 ini sudah mengantongi nilai 16 dari 10 kali main menang 5 kali draw 1 kali dan kalah 4 kali. Dari catatan pertandingan, Persikab belum pernah kalah di kandangnya tetapi juga bleum pernah menang dalam laga tandang, baru sekali seri ketika menghadapi Persis di Manahan Solo dengan skor 0-0. Apabila pertandingan dengan Persikad dihapus maka Persikab baru mengumpulkan nilai 13.

Sedangkan Persiba Bantul sudah mengoleksi nilai 18 dengan menghapus pertandingan lawan Persikad yang batal karena tidak datang di stadion Cirebon. Dari 9 kali main menang 6 kali, 3 kali di kandang 3 kali di luar kandang. Diatas kertas Persiba sedikit ungggul berdasarkan hasil pertandingan yang telah dilakukan. Namun Persikab tentunya ingin memenuhi target sapu bersih laga kandang untuk mengamankan posisi.

Dalam laga Minggu besok Persiba Bantul akan mewaspadai striker asing “Fortune udo” yang merupakan topskor divisi utama dengan mengoleksi 8 gol, dan cukup produktif dalam setiap pertandingan, terbukti pada laga sebelumnya melawan Pro Duta, Fortune Udo menyumbangkan 2 gol untuk Persikab dan unggul 3-1 atas Pro Duta. Tentunya dikubu Persiba Bantul Striker idola Paserbumi “Ezequeil Gonzales” akan lebih termotivasi untuk bersaing menjadi topskor, dengan sedikit dibawahnya mengoleksi 7 gol Eze berusaha keras menciptakan gol untuk bersaing menjadi topskor divisi utama tahun ini.

Sedang Tour Paserbumi ke Bandung untuk mendampingi Persiba Bantul, jadwal keberangkatan diundur dari jam 5 menjadi jam 6 (18.00) Sabtu malam ini (16/1) berkumpul di Mess Persiba.

Selasa, 12 Januari 2010

Paserbumi Tour ke Solo dan Bandung

Paserbumi akan memberikan dukungan langsung kepada tim kesangannya Persiba Bantul pada sisa dua kali tandang putaran 1 di Solo menghadapi Persis Kamis (14/1) dan melawan tuan rumah Persikab Bandung Minggu (17/1).  Berdasarkan hasil rapat koordinasi DPP dan Korwil, Paserbumi menggelar 2 tour untuk mendampingi Persiba Bantul.  Untuk ke Solo Rombongan Paserbumi direncanakan berangkat Kamis siang pukul 12 dari Mess Persiba. Untuk alat transportasi atau mempersilahkan kepada korwil dan bregodo, mau memakai motor atau bus tidak masalah.  Ari Pambudi selaku Lurah Paserbumi menghimbau untuk menyiapkan perlengkapan  bagi yang bersepeda motor agar perjalanan dapat berjalan lancar.  Sedangkan yang mau pake bis atau kendaraan bisa dikoordinir lewat korwil seperti korwil Jetis dan Sanden yang berencana menggunakan armada bus.

Sedangkan tour ke Bandung akan dipaketkan dengan wisata ke Ciampelas ditargetkan 2 bus dengan biaya Rp 80.000 untuk transport dan tiket.  Pendaftaran dilayani sampai dengan Jum’at malam (15/1) di markase Paserbumi Aditya Transport Jalan Bantul km 10 Melikan Bantul. Rombongan Paserbumi ke Bandung direncanakan berangkat Sabtu (16/1) jam 5 sore dari Mess Persiba.

Paserbumi berharap pada dua kali laga tandang ke Solo dan Bandung, Persiba dapat meraih poin maksimal, walaupun skuad tim harus bermain habis-habisan mengingat tim tuan rumah tentunya tidak mau dipermalukan dan mendapat dukungan penuh suporternya baik di Solo maupun Bandung.